Duh, Wabah Rabies Kian Menggila di Kalbar dan Malaysia

oleh

JawaPos.com – Wabah rabies yang menghantui Kalimantan Barat (Kalbar) semakin gawat. Bahkan telah meluas hingga Malaysia. 

Hari ini (25/7), Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kuching berencana mengadakan pertemuan antara tim teknis kedua wilayah (Kalbar dan Sarawak, Malaysia) yang akan diselenggarakan di Tebedu, Sarawak, Malaysia.

Pertemuan tersebut membahas soal koordinasi antar instansi pemerintah mengenai penyelesaian wabah rabies yang saat ini menyerang kedua wilayah, Kalbar dan Sarawak, Malaysia.

“Benar. Besok (hari ini) rencananya memang ada pertemuan tim teknis untuk membahas soal penyelesaian wabah rabies. Konjen RI di Kuching hanya memfasilitasi pertemuan itu,” kata Konsulat Jenderal RI di Kuching, Jahar Gultom saat dihubungi Pontianak Post (Jawa Pos Group), kemarin.

Menurut Jahar, wabah rabies sudah mengakibatkan banyak korban jiwa berjatuhan, baik di Kalbar maupun di wilayah Malaysia. Di Negeri Jiran sendiri, lanjut Jahar, hingga hari ini, sudah ada lima orang warga yang tewas akibat rabies.

“Jadi, yang perlu dilakukan adalah bagaimana meminimalisir wabah ini. Tidak perlu lagi saling tunjuk atau menyalahkan,” paparnya.

Dikatakan Jahar, dengan pertemuan tim teknis itu bisa mendapatkan hasil koordinasi yang baik untuk meminimalisir penyebaran wabah rabies.

Saat ini, kata Jahar, pihak pemerintah Malaysia sudah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pencegahan, baik dengan injeksi anti rabies bagi anjing dan kucing, maupun injeksi vaksin Antirabies untuk para korban.

“Jangan sampai wabah ini menyebar hingga ke Kuching. Sebisa mungkin dilakukan pencegahan,” katanya.

Perlu diketahui, saat ini Pemerintah Kuching telah mengeluarkan RM2.9 juta atau sekitar Rp9,3 miliar untuk melaksanakan program vaksin hewan peliharaan, terutama anjing dan kucing sejak terjangkit wabah rabies.

Pihak otoritas pemerintah Malaysia, Ketua Menteri, Datuk Amar Abang Johari Abang Openg mengatakan, program vaksin itu kini dilaksanakan di kawasan beradius 10 kilometer dari lokasi terjangkitnya wabah rabies.

Menurutnya, setidaknya ada 18 kampung di Serian, Tebedu dan Sri Aman yang sudah terjangkit.

Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Kalimantan Barat Abdul Manaf juga membenarkan mengenai rapat tersebut. Hanya saja ia belum membeberkan secara detail kondisi rabies di Kalbar yang akan disampaikan dalam rapat tersebut.

“Saya masih rapat dan siap-siap untuk ke Tebedu. Kami diundang KJRI Kuching untuk rakor pengendalian rabies dengan Serawak,” jelas Manaf, Senin (24/7).

Sementara itu data terakhir yang diterima jumlah korban yang digigit hewan penular rabies sudah mencapai 1.006 orang. Dari jumlah itu korban yang sudah divaksin sebanyak 873 jiwa. Kemudian jumlah korban meninggal dunia mencapai 13 jiwa. Lalu dari hasil uji positif ?sebanyak 23 jiwa.

Daerah tertinggi sebaran gigitan adalah Kabupaten Sanggau. Ada 423 kasus di kabupaten ini dengan jumlah korban meninggal dunia delapan orang. Hasil lab positif juga delapan.

Lalu Sintang ada 219 kasus, tiga korban meninggal dunia dan hasil uji positif dua. Selanjutnya Kapuas Hulu 104 kasus, satu korban meninggal dunia dan hasil uji lab dua. Bahkan kabupaten yang terpapar virus ini juga bertambah. Jika tahun lalu merebak di delapan kabupaten maka sekarang menjadi 11 kasus.

Untuk penanganan Kalbar mendapat bantuan senilai Rp700 juga. Bantuan itu digunakan untuk melatih tenaga vaksinator. Masing-masing daerah disiapkan dua tenaga vaksinasi yang diambil dari daerah tertular.

Bantuan lainya dari pemerintah pusat yakni biaya operasional untuk tenaga vaksinator dari pemerintah pusat sebesar Rp15 ribu per orang. Bantuan vaksin untuk hewan penular rabies juga diberikan. Dan saat ini vaksin yang tersedia sebanyak 58 ribu VAR. Dengan jumlah 8.000 VAR dari APBD dan 50 ribu VAR APBN. Pemerintah pusat pun siap menambah jumlah vasin tapi disesuaikan dengan populasi anjing.

Gubernur Kalbar Cornelis memastikan penanganan kasus rabies ini hingga ke pelosok daerah di provinsi ini. Bahkan penangannya melibatkan tokoh adat dan tokoh masyarakat selain membentuk satuan tugas penanganan wabah rabies.

“Tidak hanya pemerintah provinsi tapi juga dari pemerintah pusat. Ada satgas yang memang disiapkan dan melibatkan tokoh adat dan masyarakat. Semua daerah kita kontrol hingga ke pelosok daerah,” ujar dia.

 

sumber : http://www.jawapos.com/read/2017/07/25/146420/duh-wabah-rabies-kian-menggila-di-kalbar-dan-malaysia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *